Arti Lirik Lagu The Light At The End Of The World – My Dying Bride

My Dying Bride | Arti Lirik Lagu Terjemahan The Light At The End Of The World

An isle, a bright shining isle stands forever, alone in the sea
Sebuah pulau kecil, sebuah pulau terang bersinar abadi, sendirian di laut
Of rock and of sand and grass and shale, the isle bereft of trees.
Dari batu dan pasir dan rumput dan serpih, pohon isle kehilangan pohon.


– Small. A speck in the wide blue sea. 'Tis the last of all the land.
– Kecil. Sebuah titik di laut biru yang lebar. Ini adalah yang terakhir dari semua tanah.
A dweller upon our lonesome isle, the last, lonely man? –
Seorang penghuni di pulau kita yang kesepian, yang terakhir, orang yang kesepian? –


By the Gods he is there to never leave, to remain all his life.
Demi Tuhan dia ada di sana untuk tidak pernah pergi, untuk tetap sepanjang hidupnya.
His punishment for evermore, to attend the eternal light.
Hukumannya untuk selama-lamanya, untuk menghadiri cahaya abadi.


The lighthouse, tall and brilliant white, which stands at the end of the world.
Mercusuar, putih tinggi dan putih cemerlang, yang berdiri di ujung dunia.
Protecting ships and sailors too, from rock they could be hurled
Melindungi kapal dan pelaut juga, dari batu mereka bisa dilempar


Yet nothing comes and nothing goes 'sept the bright blue sea.
Namun tidak ada yang datang dan tidak ada yang terjadi ‘sept lautan biru cerah.
Which stretches near and far away, 't is all our man can see.
Yang membentang di dekat dan jauh, semua orang kita lihat.


Though, one day, up high on rock, a bird did perch and cry.
Padahal, suatu hari, naik tinggi di atas batu karang, seekor burung bertengger dan menangis.
An albatross, he shot a glance, and wondered deeply, why?
Seekor albatros, dia melirik sekilas, dan bertanya-tanya dalam hati, mengapa?


Could it be a watcher sent? A curse sent from the Gods,
Mungkinkah pengawas dikirim? Sebuah kutukan dikirim dari para Dewa,
who sits and cries and stares at him, the life that they have robbed.
yang duduk dan menangis dan menatapnya, kehidupan yang telah mereka rampok.


Each year it comes to watch over him, the creature from above.
Setiap tahun ia datang untuk mengawasinya, makhluk dari atas.
Not a curse but a reminder of the woman that he loved.
Bukan kutukan tapi pengingat akan wanita yang dicintainya.


– Oh weary night, under stars, he'd lay and gaze.
– Oh malam yang letih, di bawah bintang, dia akan berbaring dan menatap.
Up towards the moon and stars. The suns dying haze.
Sampai ke bulan dan bintang. Kabut asap yang suram.
Time and again, Orion's light filled our man with joy.
Berkali-kali, cahaya Orion memenuhi hati manusia dengan sukacita.
Within the belt, he'd see his love, remembering her voice –
Di dalam ikat pinggang, dia akan melihat cintanya, mengingat suaranya –


The twinkle from the stars above bled peace into his heart
Kilat dari bintang-bintang di atas berdarah ke dalam hatinya
As long as she looks down on him he knows they'll never part
Selama dia melihat ke bawah, dia tahu mereka tidak akan pernah berpisah


One day good, one day bad
Suatu hari bagus, suatu hari buruk
The madness, the heat, the sun,
Kegilaan, panas, matahari,
Out to sea, he spies upon land.
Ke laut, dia memata-matai tanah.
His beloved Albion.
Albion kesayangannya.


Cliffs of white and trees of green
Tebing putih dan pepohonan hijau
Children run and play, “My home land”
Anak-anak berlari dan bermain, “Tanah rumah saya”
he cries and weeps, why so far away?
dia menangis dan menangis, mengapa begitu jauh?


Eyes sore and red.
Mata sakit dan merah.
Filled with tears, he runs towards the sea.
Dipenuhi dengan air mata, ia berlari menuju laut.
To risk his life, a worthy cause, for home he would be.
Untuk mempertaruhkan nyawanya, suatu alasan yang layak, untuk rumah dia akan berada.


Into the sea, deep and blue, the waters wash him clean.
Ke laut, dalam dan biru, airnya bersihkan.
Awake. He screams. Cold with sweat. And Albion a dream.
Bangun. Jeritannya Dingin dengan keringat. Dan Albion bermimpi.


– Such is life upon the isle, of torment and woe.
– Begitulah kehidupan di atas pulau kecil, siksaan dan kesengsaraan.
One day go
Suatu hari pergi

Lirik Lagu My Dying Bride Lainnya :